Penggunaan Smartphone itu ...

Smartphone dan Perilaku 
Oleh Mahlail Syakur Sf.

Perilaku manusia sangat mempengaruhi kesehatan dan cara kerja otak. Bergerak, ber-shilaturrahim, membaca kitab suci, gagal setelah kita bekerja keras, melakukan hal yang baru, berenang, memanah dan berkuda sangat menyehatkan otak. Adapun mudah marah, rutinitas tanpa kesadaran nilai, sering stress, dan kebiasaan buruk lainnya berdampak buruk pada kesehatan dan perkembangan otak.

Oleh karena itu, anak-anak yang ketagihan bermain smartphone dan malas bergerak (olahraga) akan mempunyai pribadi yang bermasalah di kemudian hari dan cenderung asosial karena perkembangan otaknya terganggu. Dan bagi orang dewasa, ketagihan bermain smartphone juga berdampak sangat buruk bagi kesehatan otak yang pada akhirnya berdampak buruk bagi perilaku sehari-hari. Smartphone-nya semakin hari semakin pintar, sedangkan para penggunanya yang ketagihan  semakin hari semakin bodoh.

Kebiasaan scroll, klik, scroll, dan kembali klik, berpindah dari satu grup ke grup lain mendidik otak terbiasa terburu-buru, ingin serba siap saji (instant), menurunnya daya imajinasi, kurang pendalaman, menurunkan kemampuan analisis, dan akhirnya menciptakan kebodohan massal. Dampak terburuknya adalah menurunkan daya juang, mudah tersulut emosi, berkomentar asal-asalan, bahasa gaulnya asal jiplak (copy-paste) ketika berkomentar.

Silahkan baca tulisan Nicolas Carr dalam bukunya "The Shallows: What the Internet is Doing to Our Brain?" yang sudah dialihbahasakan oleh penerbit Mizan dengan judul "The Shallows: Internet Mendangkalkan Cara Berpikir Kita?"

Kebiasan scroll, klik dan beralih dari satu tema ke tema lain dengan cepat akan membiasakan otak kita untuk sulit berkonsentrasi. Apalagi apabila seseorang memiliki grup whatsApp atau grup sosial media lain dengan tema pembahasan yang sangat berbeda, itu akan merusak kesehatan otaknya. Sungguh, dampak ketagihan penggunaan smartphone itu sangat merugikan.

Cara kerja otak dan perilaku kita bisa dibentuk oleh kebiasaan kita menggunakan smartphone. Coba perhatikan, kebiasaan seseorang saat ini. Apabila seseorang sulit kosentrasi, sering gagal fokus, enggan diajak berpikir yang mendalam, maunya serba cepat, daya juangnya rendah alias mudah menyerah itu pertanda hidup ia telah dibentuk oleh smartphone.

Smartphone seyognya menjadikan hidup kita semakin cerdas (smart), bukan semakin bodoh.
Tetaplah menjadi manusia sebenarnya manusia, bukan menjadi smartphone berwujud manusia!!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kitab at-Tashrih al-Yasir Karya mBah K.H. Sya'roni Ahmadi

Kitab Tarjuman al-Mustafid - UQ

Do'a dalam Walimah Tasmiyah