Postingan

Amalan Hari Arafah

Gambar
Amalan pada Hari 'Arafah Hari 'Arafah merupakan salah satu waktu yang Allah mengabulkan do'a seseorang di dalamnya. Adapun amalan yang perlu dilakukan pada hari 'Arafah cukup banyak. Di antaranya: 1. Perbanyak do'a, karena sebaik-baik do'a adalah pada hari 'Arafah. Berdasarkan riwayat dari Sayyiduna ‘Amr bin Syu’aib ra. dari ayahnya dari kakeknya, Nabi sas. bersabda: خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ (Sebaik-baik do'a adalah do'a pada hari 'Arafah). HR. at-Tirmidzi, no. 3585. Menurut Syaikh Al-Albani, hadits ini hasan. 2. Membaca bacaan terbaik yang dibaca para nabi pada senja 'Arafah: LAA ILAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKA LAH LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALA KULLI SYAI-IN QODIIR Berdasarkan riwayat bersumber dari Sayyiduna ‘Ali kw. secara marfu’ —sampai pada Rasul Allah sas.—, disebutkan hadits sebagai berikut: أَفْضَلُ مَا قُلْتُ أَنَا وَ النَّبِيُّوْنَ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ : لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَح...

Hukum Menyentuh Terjemah al-Qur`an_Mahlail Syakur

Gambar
Hukum Menyentuh Terjemah al-Qur'an oleh H. Mahlail Syakur Sf.  Membaca al-Qur`an terjemahan saat ini sudah banyak dilakukan oleh siapa pun, khususnya orang-orang yang ingin mengetahui kandungan arti kata yang terlafalkan dalam al-Qur`an. Bagi orang yang tak memiliki pengetahuan bahasa Arab yang memadai, al-Qur`an terjemahan pun menjadi solusi paling mudah. Masalahnya adalah apakah al-Qur`an terjemahan statusnya sama dengan al-Qur`an tanpa terjemah, sehingga dalam memegang dan membawanya wajib dalam keadaan suci dari hadats? Atau hukumnya berbeda? Kaidah Umum Kaidah yang harus diketahui sebelum menjawab pertanyaan ini adalah bahwa al-Qur`an menjadi hilang kewajiban memegangnya dalam keadaan suci ketika di dalamnya lebih dominan penafsiran al-Qur`an dari pada teks asli al-Qur`an dalam segi hurufnya. Dalam artian, jika jumlah huruf al-Qur`an dikalkulasikan (menurut sebagian pendapat, jumlah huruf al-Qur`an sebanyak 162.671) masih tidak sebanding dengan jumlah hu...

Qira`ah Riwayat Ahad dan Syadz-PPLWH

Gambar
Qira`ah Tiga dan Qira`ah Arba'ah  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  والثاني الآحاد كالثَـــــــلاثة * تتْبـعُـــــــــــــــها قراءة الصحابة  Ikuti nadham -nya di NADHM ini  Keterangan:   Jenis riwayat qira`ah kedua adalah riwayat Aha d ( آحاد ). Riwayat Ahad adalah riwayat qira`ah yang diriwayatkan berdasarkan sanad yang valid ( sanad sha hih = سند صحيح ) tetapi tidak memiliki para perawi yang secara kwantitas seperti jumlah perawi riwayat mutawatir.  Selengkapnya dapat dibaca di uraian NGAJI ini. ============= Penerjemah: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah) 

Sanad Qira`ah - Kitab at-Tashrih al-Yasir

Gambar
Sanad Qira`ah العقد الثاني ما يرجع إلى السند وهي ستّة     ( الأول والثاني والثالث : المتواتر والآحاد والشاذّ ) -------*------- والسبعة القُرّاء ما قد نقلوا * فمتواترٌ وليس يُعمَل بغيره في الحُكم ما لم يجر * مَجرَى التفاسير وإلّا فادْرِ قولين إن عارَضَها المرفوعُ * قَدِّمه ذا القولُ هو المسموع Syeikh Mushannif menjelaskan (terjemah) sebagai berikut:  Bab kedua ini menjelaskan materi terkait sanad qir a `ah ( ما يرجع إلى السند ). Kajiannya meliputi tiga hal, yaitu tentang riwayat mutaw a tir, riwayat aha d, dan riwayat sy a dz. Adapun bait-bait (di) bagian ini menerangkan riwayat mutawatir. Uraian lengkapnya di SINI .  Penulis: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Universitas Wahid Hasyim, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah)

Eling Pati - Pujian

Eling Pati Sya'ir ini sangat familier di komunitas Muslim pedesaan.  Hampir setiap pagi aku mendengarnya setelah adzan shubuh.  Syi'iran ini enak didengar meskipun isinya membuat kita meinding.  Berikut ini sya'irnya:  لآ إلهَ إلّا اللهُ – المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ مُحمّدٌ رَسُولُ اللهِ – صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ ( Laa ilaaha illa-Allâh – al-Malik al-Haqq al-Mubiin Mu h ammadur Rasuulullâh -Shadiq al-Wa’d al-Amiin ) Ayo dulur, ayo kanca sregep shalat, sregep ngaji Mumpung durung sira katekanan Malaikat Juru Pati   Ini  TEKS  lengkap sya'irnya. Pujian Subuh Eling Pati dalam video: 👍🏼 Like, SUBSCRIB, Share 😀👍 https://youtu.be/DXzShjQofNU ======>>>> Penyadur: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Unwahas, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah)

Sya'ir Ora Kena Semaya - Pujian

ORA KENA SEMAYA Pujian ini sering kita dengar setelah adzan menjelang shalat shubuh ketika saya masih di kampung halaman (desa Serangan, Bonang, Demak).  Syi'iran (sya'ir) ini berisi pesan moral agar kita selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan di akhirat di samping bekerja keras selama masih hidup di dunia.  Berikut ini sya'irnya:    لآ إلهَ إلّا اللهُ – المَلِكُ الحَقُّ المُبِيْنُ مُحمّدٌ رَسُولُ اللهِ – صَادِقُ الوَعْدِ الأَمِيْنُ ( Laa ilaaha illa-Allâh – al-Malik al-Haqq al-Mubiin Mu h ammadur Rasuulullâh -Shadiq al-Wa’d al-Amiin ) Ojo sira banget-banget Anggonmu bungah ing alam dunya Malaikat Juru Pati Lirak-lirik maring sira  .......... Ini  TEKS lengkapnya. Pujian Subuh Ora Keno Semoyo dalam video: 👍🏼 Like, SUBSCRIB, share 😄👍 https://youtu.be/-o6h-a21f5c

Tiga Amalan yang Tidak Putus Pahalanya

Gambar
TIGA AMAL TIDAK TERPUTUS KARENA KEMATIAN Oleh H. Mahlail Syakur Sf. Ketua Lembaga Ta`lif wa-Nasyr (LTN) PWNU Jawa Tengah Banyak aktivitas (‘ amal ) yang bernilai sebagai ibadah. Semua bentuk ibadah formal ( ma h dlah ) seperti shalat, puasa, zakat, dan haji maupun ibadah tambahan ( n a filah ) yang bukan formal ( ghair ma h dlah ) seperti shalat tarawih dan shalat malam lainnya, shalat dluha, membaca al-Qur`an, bertasbih, bershalawat, berdzikir ( tahl i l ), berdo’a, berbakti kepada kedua orangtua, menolong orang lain, dan lainnya merupakan ‘amal yang disediakan pahala bagi pelakunya. Akan tetapi pahala bagi semua ‘amal tersebut hanya berlaku bagi para pelakunya ketika masih hidup, dan akan terputus manakala pelakunya meninggal dunia. Sementara pahala sangat dibutuhkan bagi setiap orang meskipun telah meninggal.   Amalan (‘ amal ) apakah yang masih tetap diterima oleh seseorang ketika telah meninggal dunia?  Jawabnya ada di sini