Do'a Tingkeban Janin Tujuh Bulan

 TINGKEBAN
Do'a Kehamilan Tujuh Bulan
oleh Mahlail Syakur Sf.
 
 

Menginjak usia kehamilan 7 bulan atau trimester ketiga, itu artinya masa penantian kelahiran akan segera berakhir. Pada usia kehamilan tersebut ada beberapa perubahan yang terjadi pada janin dan menarik untuk diketahui oleh ibu. Berikut adalah keterangannya:
  1. Berat badan bayi mengalami peningkatan yang signifikan dengan kisaran 900-1800 gram dan panjang sekitar 36 sentimeter. Pada kondisi ini, ibu akan mengalami kesulitan untuk mencari posisi nyaman untuk tidur, karena kandungan semakin membesar.
  2. Pada masa kehamilan ini, pendengaran bayi sudah sepenuhnya berkembang. Selain itu, janin juga sudah sering berganti posisi untuk merespon rangsangan, termasuk suara, rasa sakit, dan cahaya. Di momen ini ada baiknya ibu mulai semakin intens mengajak bayi untuk mengobrol atau mendengarkan musik yang dapat menenangkan bayi.
  3. Memasuki bulan ketujuh, struktur tulang bayi akan mulai menguat dari tulang rawan ke tulang keras. Maka dari itu, sebaiknya ibu mulai memperhatikan asupan kalsium supaya pertumbuhan tulang bayi tidak mengalami gangguan.
  4. Bayi mulai aktif bergerak dan intens menendang, bahkan jumlah tendangan bayi digunakan untuk mengukur kondisi bayi di dalam kandungan.
  5. Paru-paru mulai berkembang di usia kehamilan tujuh bulan, sehingga kalau bayi lahir dalam kondisi prematur sekalipun kesempatan untuk bertahan hidup lebih besar dengan perawatan intensif.
  6. Perkembangan sistem saraf pusat telah matang. Janin pun dapat melakukan gerakan pernapasan berirama dan mengontrol suhu tubuhnya.
  7. Siklus tidur dan bangun pada bayi sudah lebih jelas dan bayi sudah bisa bermimpi ketika sedang tidur.
  8. Bayi juga sudah bisa menangis serta membuka dan menutup matanya sebagai bentuk reaksi maupun respons untuk apa yang dirasakannya selama di dalam rahim.
Mengetahui ada banyak perubahan dan perkembangan yang dialami oleh janin ketika memasuki usia kehamilan 7 bulan, penting untuk ibu memastikan asupan makanannya sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Apalagi menginjak bulan ketujuh, kehamilan menjadi periode yang menantang untuk ibu hamil. Pasalnya, pada masa tersebut segala sesuatu akan terasa tidak nyaman, ditambah lagi dengan pertambahan berat badan bayi.
 
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan oleh umat Islam di Indonesia ialah acara nujuh bulan atau dalam tradisi Jawa disebut mitoni atau tingkeban. Acara ini dilakukan pada saat usia janin memasuki umur 7 bulan. Dalam acara ini biasanya para undangan diminta membaca surat Luqman bersama-sama dan mendoakan janin yang sedang dikandung agar dilindungi oleh Allah hingga ia lahir, dan kelak menjadi anak yang saleh atau salehah. Di akhir acara, biasanya tuan rumah akan menyuguhi tamu undangan dengan sekedah berupa makanan. 
dijelaskan dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari sebagai berikut: 



حَدَّثَنَا الحَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ، حَدَّثَنَا أَبُو الأَحْوَصِ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ زَيْدِ بْنِ وَهْبٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: حَدَّثَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوقُ، قَالَ: " إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا، ثُمَّ يَكُونُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُونُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَبْعَثُ اللَّهُ مَلَكًا فَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ، وَيُقَالُ لَهُ: اكْتُبْ عَمَلَهُ، وَرِزْقَهُ، وَأَجَلَهُ، وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيدٌ، ثُمَّ يُنْفَخُ فِيهِ الرُّوحُ، فَإِنَّ الرَّجُلَ مِنْكُمْ لَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ الجَنَّةِ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ كِتَابُهُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ النَّارِ إِلَّا ذِرَاعٌ، فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ، فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ "

Adapun do'a yang lazim dibacakan pada acara nujuh bulan (tingkeban) ini bisa kita simak dalam karya Lajnah Ta’lif Pustaka Gerbang Lama, Pondok Pesantren Lirboyo, dalam buku Menembus Gerbang Langit; Kumpulan Doa Salafus Shalih (Kediri: Pustaka Gerbang Lama, 2010), hal. 120:
 
اللَّهُمَّ يَا مُبَارِكُ بَارِكْ لَنَا فِي الْعُمُرِ وَالرِّزْقِ وَالدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْوَلَدِ 
اللهم يَا حَافِظُ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِي بَطْنِ أُمِّهِ وَاشْفِهِ مَعَ أُمِّهِ أَنْتَ الشَّافِيْ لَا شِفَاءَ إِلَّا شِفَاؤُكَ وَ لَا تُقَدِّرْهُ سَقَمًا وَ لَا مَحْرُوْمًا 
اللَّهُمَّ صَوِّرْ مَا فِي بَطْنِهَا صُوْرَةً حَسَنَةً جَمِيْلَةً كَامِلَةً وَثَبِّتْ فِي قَلْبِهِ إِيْمَانًا بِكَ وَبِرَسُوْلِكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمُرُهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَأَفْصِحْ لِسَانَهُ وَأَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْقُرْآنِ وَالْحَدِيْثِ بِجَاهِ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ

(Allahumma Yâ Mubârik, bârik lanâ fil ‘umuri war rizqi wad dîni wad dunya wal waladi. 
Allahumma yâ Hâfidzu, ihfadz waladî mâ dâma fî bathni ummihi wasyfihi ma’a ummihi Anta asy-syâfî lâ syifâ`an illâ syifâuka wa lâ tuqaddirhu saqaman wa lâ mahrûman. 
Allahumma shawwir mâ fî bathnihâ shûratan hasanatan jamîlatan kâmilatan wa tsabbit fî qalbihi îmânan bika wa bi rasûlika fiddunya wal âkhirah. 
Allahumma thawwil ‘umurahu wa shahhih jasadahu wa hassin khuluqahu wafshah lisânahu wa ahsin shautahu liqirâ-atil qur`âni wal hadîtsi bi jâhi sayyidil mursalîn)

Artinya: “Ya Allah Sang Pemberi Berkah, berkahi kami dalam umur, rizqi, agama, dunia, dan anak. Ya Allah Sang Penjaga, jaga anakku selama dia berada di perut ibunya, beri kesehatan pada dia dan ibunya. Engkau Sang Pemberi Kesehatan. Tiada kesehatan kecuali dari-Mu, tiada yang bisa mentakdirkan sakit dan bahaya. Ya Allah, bentuklah janin yang ada di perut ibunya dengan rupa yang baik, indah, dan sempurna. Tetapkan dalam hatinya keimanan pada-Mu dan rasul-Mu di dunia dan akhirat. Ya Allah, panjangkan umurnya, sehatkan jasadnya, baguskan akhlaknya, fasihkan lisannya, merdukan suaranya untuk membaca Al-Qur’an yang mulia dan hadits, dengan berkah derajat sang penghulu para utusan.”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab Tarjuman al-Mustafid - UQ

Mengenal Kitab at-Tashrih al-Yasir Karya mBah K.H. Sya'roni Ahmadi

Do'a dalam Walimah Tasmiyah