MBAH K.H. M. SYA’RONI AHMADI DAN KITAB AT-TASHR IH AL-YAS I R Mahlail Syakur Sf. Biografi K.H. M. Sya’roni Ahmadi K.H. M. Sya’roni Ahmadi al-Hafidh dilahirkan di Kabupaten Kudus pada waktu perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1931. Kyai Sya’roni dilahirkan dari pasangan Kyai Ahmadi dan Nyai Hj. Masnifah yang mempunyai delapan anak. Baca selengkapnya: Profil K.H. M. Sya’roni Ahmadi al-Hafidh Kudus https://insantri.com/profil-k- h-m-syaroni-ahmadi-al-hafidh-k udus/ Kitab At-Tashrih al-Yasir fi ‘Ilm at- Tafsir Hakekat kitab at-Tashrih al-Yasir adalah Syar h Mandh u mah az-Zamzamiy fi Ush u l at-Tafs i r ( شرح منظومة الزمزمي في أصول التفسير ) yang berfungsi sebagai kitab komentar atas karya Syekh Abdul Aziz az-Zamzamiy. Kitab ini diberi judul at-Tashr ih al-Yas i r f i ’Ilm at-Tafs i r ( التصريح اليسير في علم التفسير ) ka...
Turjuman al-Mustafid, Tafsir Karya Ulama Aceh Terbit di Turki Oleh A. Choirul Gambar di atas adalah halaman pertama dari naskah kitab tafsir “ Turjuman al-Mustafid ” karangan Syaikh ‘Abd al-Rauf as-Sinkili al-Jawi, seorang ulama Nusantara asal Aceh di abad ke-12 H/17 M (w. 1105 H/ 1693 M). Naskah ini merupakan edisi cetakan Maktabah Utsmaniyah, Istanbul, dengan tahun cetak 1884 M. “ Turjuman al-Mustafid ” merupakan kitab tafsir al-Qur’an pertama dan terlengkap yang ditulis di dunia Melayu, dalam bahasa Melayu, dan oleh seorang ulama Melayu-Nusantara (Aceh). Bahasa Melayu adalah lingua-franca yang digunakan di kawasan Asia Tenggara pada masa itu. Meski demikian, “ Turjuman al-Mustafid ” sebenarnya lebih merupakan terjemahan (setidaknya resepsi) dari kitab “Tafsir Anwar al-Tanzil wa Asrar al-Ta’wil” atau yang dikenal dengan “ Tafsir al-Baidhawi ” karangan al-Qadhi al-Baidhawi (w. 685 H/ 1286 M), sebuah kitab tafsir legendaris yang banyak tersebar dan dijadikan ru...
Do'a Walimatut Tasmiyah الدعاء لوليمة التسمية Oleh Mahlail Syakur Sf. Ning Jeha (lh.: 22/09/2024) Salah satu bentuk pendidikan yang dilakukan oleh orangtua untuk anaknya adalah memberikan nama yang bagus baginya. Hal ini sesuai dengan pesan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Baihaqiy: عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: حَقُّ الْوَلَد ِ عَلَى وَالِدِهِ أَنْ يُحْسِنَ اسْمَهُ وَيُحْسِنَ مِنْ مَرْضَعِهِ وَيُحْسِنَ أَدَبَهُ (رواه البيهقيّ - فِيهِ ضَعْفٌ) (Berdasarkan riwayat yang bersumber dari Sayyidatina 'Aisyah ra. yang berasal dari Nabi saw. yang bersabda: Hak seorang anak atas orangtuanya adalah diberikan nama yang baik, diberikan persusuan (asupan air susu) yang baik, dan pendidikan karakter yang baik). HR al-Baihaqi, berunsur sanad lemah. Kecuali itu, orangtua hendaklah berdo'a agar anaknya yang diberi nama yang bagus tersebut diberikan kesehatan dan keselamatan...
Komentar
Posting Komentar