Rebo Wekasan dalam Perspektif Syekh Abdul Hamid-LTNJateng

 

REBO WEKASAN DAN AMALANNYA

 

 


Bulan kedua dalam kalender Hijriyyah adalah bulan Shafar. Sebenarnya bulan ini sama dengan bulan-bulan lainnya. Bukan bulan bala’ atau bulan yang penuh musibah, kesialan, dan lain-lainnya. Sebagaimana bulan lainnya, ia merupakan bulan dari bulan-bulan Allah yang tidak memiliki kehendak dan  berjalan sesuai dengan apa yang Allah ciptakan untuknya.  

Masyarakat jahiliyah kuno, termasuk bangsa Arab, sering beranggapan bahwa bulan Shafar adalah bulan sial. Anggapan sial (Tasa'um) ini telah terkenal pada umat jahiliah. Sisa-sisanya masih membekas di kalangan muslimin hingga saat ini. 

Bulan shafar tidak lepas dari perhatian Rasul Allâh sas., sehingga Nabi menjelaskannya sebagaimana disrilis oleh Sayyiduna Abu Hurairah ra.

 Benarkah Rebo Wekasan itu hari sial? 

Bagaimana sikap kita terhadap Rebo Wekasan?

Baca selengkapnya tulisan tentang REBO WKASAN ini  

 

***************** 

Wa Allâh a’lam bis-shawab

**********************

Penulis: H. Mahlail Syakur Sf. (Dosen FAI Universitas Wahid Hasyim Semarang, Ketua LTN PWNU Jawa Tengah)  

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Kitab at-Tashrih al-Yasir Karya mBah K.H. Sya'roni Ahmadi

Kitab Tarjuman al-Mustafid - UQ

Do'a dalam Walimah Tasmiyah